Swaramalut.com HALUT- Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD) Kabupaten Halmahera Utara menggelar aksi unjuk rasa, pada Kamis 9 Maret 2023.
Aksi yang dipusatkan di Mapolres Halmahera Utara dan Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Utara itu mendesak agar aparat penegak hukum segera memproses pelaku dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Frans Manery.
Dalam orasinya Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Suwito menyampaikan, tindakan yang dilakukan beberapa oknum terhadap Bupati Frans Manery dinilai telah menyalahi norma – norma adat istiadat dan Budaya Hibualamo.
“Frans Manery bukan saja sebagai bupati Halmahera Utara. Namun, Dia juga sebagai orang tua bagi masyarakat Halmahera Utara dan masyarakat adat Hibualamo,” ucap Mito sapaan akrabnya ini.
Ia menuturkan bahwa dugaan korupsi yang dituduhkan dari Organisasi GMNI kepada Bupati Kabupaten Halmahera Utara tersebut juga dinilai sangat tidak berdasar.
“Ada 120 kasus korupsi semenjak kepemimpinan Bupati Frans Manery telah dituntaskan. Artinya Bupati sangat kooperatif dan tidak melindungi dengan kasus – kasus korupsi di Halmahera Utara,” jelasnya.
“Seharusnya kita bersyukur dan memberikan apresiasi karena beliau sudah mendukung proses penegakan hukum di bumi Hibualamo,” tambah Mito dalam paparan orasinya.
Karena itu, aksi yang dilakukan tersebut, kata Mito sebagai bentuk rasa prihatin atas situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di Halmahera Utara. Dimana selaku anak dan orang tua tidak lagi saling menghargai.
“Kedatangan kami ini tidak ada tendensi Politik. Murni sebagai bentuk rasa prihatin dengan keamanan dan ketertiban di bumi Hibualamo Kabupaten Halmahera Utara,” pungkasnya.#jojo











