Swaramalut.com HALUT- Jumlah penderita kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara periode Januari – Februari 2022 tercatat 40 kasus.
Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) tersebut kebanyakan didominasi adalah anak – anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara, Soski Danawaka, mengatakan telah melakukan penyelidikan epidemologi terkait dengan kasus tersebut, untuk memastikan apakah kasus tersebut kasus impor atau penularan setempat.
“Sesuai dengan hasil survei dilapangan bahwa ada jentik di rumah – rumah pasien, sehingga selain melakukan penyemprotan voging, pihaknya juga melakukan penindakan dilapangan dengan cara bekerjasama dengan masyarakat untuk melakukan pembersihan lingkungan,” Ungkap Soski kepada media ini, Senin (15/02/2022).
Lanjut dia menjelaskan, bahwa voging hanya membunuh nyamuk dewasa, tetapi paling penting adalah pembasmian telur dan jentik nyamuk. karena pembersihan lingkungan sangatlah penting.
Bukan hanya itu, Soski menambahkan, tempat yang dianggap kotor justru menjadi perkembang biakkan telur nyamuk aides agipty. untuk itu pihaknya berharap agar selalu melakukan pembersihan secara rutin lingkungan dan tempat – tempat genangan air. sebab, telur jentik nyamuk aides agipty dapat menempel pada dinding seperti bak air dan telurnya bisa bertahan aktif 3 sampai 6 bulan.
“Menurun atau naiknya demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2022 ini, belum bisa disimpulkan. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama dan kesadaran dari masyarakat untuk selalu memperhatikan seluruh lingkugan sekitarnya,” Pungkas Kepala Bidang Saat Mengkhiri..#jojo












