Swaramalut.com HALUT- Tokoh gereja asal Australia, Pdt. Prof. Dr. James Haire, menyerukan pentingnya rekonsiliasi dan kesatuan bagi seluruh keluarga besar Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH).
Seruan ini disampaikannya saat menyampaikan materi bertajuk “Percaya Tuhan Akan Menyatukan Kita” dalam Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) GMIH Tahun 2026, yang berlangsung di Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi, Tobelo, Kamis (23/07/2026).
Dalam paparannya, Pdt. James Haire menegaskan bahwa rekonsiliasi adalah jalan yang dikehendaki Tuhan untuk memulihkan hubungan antar sesama orang percaya.
Menurutnya, kesatuan gereja bukan sekadar soal penyatuan organisasi, melainkan perwujudan kasih Kristus yang sanggup mengatasi segala perbedaan dan membawa damai sejati.
Ia merujuk pada beberapa dasar firman Tuhan sebagai landasan persatuan: Pertama, Yohanes 17:20–24 sebagai doa Yesus agar seluruh umat-Nya hidup dalam satu kesatuan. Kedua, Roma 12:1–21 yang mengajak mempersembahkan hidup dan saling mengasihi sebagai satu tubuh di dalam Kristus. Ketiga, 1 Korintus 1:10–17 agar jemaat tidak terpecah belah, melainkan tetap sehati sepikir dalam iman kepada Yesus Kristus.
Pdt. James Haire menekankan bahwa gereja akan menjadi kuat jika setiap anggotanya menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan.
Dengan demikian, segala perbedaan dapat dipersatukan oleh kasih Allah, sehingga gereja mampu menjalankan panggilannya sebagai pembawa damai dan terang bagi dunia.
“Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan gereja, setiap perbedaan dapat dipersatukan oleh kasih Allah. Percayalah, Tuhan akan menyatukan kita,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar GMIH menjadikan momentum SSIB ini sebagai awal baru dalam membangun persaudaraan, meninggalkan luka masa lalu, memperkuat rekonsiliasi, serta melangkah bersama dalam semangat kasih, kerendahan hati, dan pelayanan.
“Saya berharap GMIH terus bertumbuh sebagai gereja yang dewasa dalam iman, kokoh dalam persatuan, dan semakin berdampak bagi masyarakat, bangsa, serta kemuliaan nama Tuhan,” pungkas Pdt. James Haire.












