Swaramalut.com TERNATE – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar pasar murah produk serba ikan dan Olahan Perikanan dalam rangka pengendalian Inflasi Daerah dan Dalam menyambut bulan suci ramadhan 1444 H, Jumat (10/03/2023) di Pusat Oleh-Oleh kantor UPTD BP2OKP Kota Ternate.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, Abdullah Assagaf mengatakan Pasar murah produk serba ikan tersebut diadakan dalam rangka menekan angka inflasi yang terjadi di Malut serta dalam menyambut bulan suci ramadhan 1444 H, dalam kegiatan itu DKP Malut menyediakan produk serta hasil olahan ikan, seperti ikan segar dan makanan olahan berbahan baku ikan.

Meski saat ini angka inflasi di Malut masih terkendali, namun harga ikan mengalami kenaikan yang sangat signifikan, hal ini disebabkan produksi ikan dari nelayan berkurang disebabkan faktor musim dan cuaca.
“Akibat dari penurunan penghasilan nelayan itu, meningkatkannya harga tersebut,” ucap Kadis usai memantau pelaksanaan pasar murah tersebut.
Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komponen inti yang didalamnya termasuk ikan mengalami inflasi, terhitung sejak tahun 2022 maluku Utara terbaik di angka nomor 2 di tingkat nasional namun di tahun 2023 kenaikan secara sindifikan.

“Maka dari itu, untuk mengantisipasi agar kenaikannya tidak terlalu tinggi, jika Inflasi pada ikan terlalu tinggi bisa memicu penurunan daya beli masyarakat terhadap ikan,” lanjut Abdullah.
Selain itu pada Pasar murah tersebut harga jual yang ditawarkan juga lebih murah, seperti Cumi Beku dijual dengan harga 35.000/Kg, Cumi Asin 65.000/Kg, Udang Faname 90.000/Kg,Loin 60.000/kg, Tuna 25.000/Kg dan masih banyak lagi produk serba ikan yang dijual.
Kepala UPTD BP2OKP DKP Malut Faisal T. Gafur mengatakan pada bazar ini dihadirkan sebanyak 10 Produk Ikan Beku dan 30 Produk Olahan serba Ikan.
Selain untuk menarik minat konsumsi ikan di kalangan masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan dalam rangka menekan angka inflasi dan menyambut bulan suci ramadhan 1444 H.

“Ini untuk menarik minat masyarakat dalam mengkonsumsi ikan, juga upaya kami dalam menekan angka Inflasi dan dalam rangka memasuki bulan suci ramadhan 1444 H. “Jelas Faisal.
Hal lainnya, dapat meningkatkan pendapatan bagi pelaku UMKM yang memproduksi makanan dengan menggunakan bahan dasar ikan.
“selain pedagang ikan kita juga menghadirkan pelaku UMKM yang menyajikan makanan dengan bahan baku ikan, seperti bakso ikan, otak-otak ikan, dan lain-lain,” tutur Faisal.
Seperti yang kita ketahui bersama kegiatan pasar murah produk Serba ikan ini berlangsung selama 3 hari sejak 10-12 Maret wlee dan dibuka langsung oleh Gubernur Malut yang diwakili eh Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan provinsi Malut Sri Hatari juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia(BI) Maluku Utara, Kadis Pangan Malut, Kadis Pertanian Malut, Kadis Perindag Malut, Karo Ekonomi Setda malut, serta seluruh Staf BP2OKP DKP Malut.#tim/red











